selamat datang di blog pribadi saya,silahkan tinggalkan jejak pada blog saya,suka,komentari atau apapun itu :)

Senin, 06 Februari 2012

10 benda yang pernah di lemparkan kedalam stadion sepak bola

Sepanjang sejarah sepakbola, ada banyak suporter yang fanatik terhadap klubnya. Dan banyak cara juga mereka apresiasikan untuk klub tercinta dari nyanyian untuk memeriahkan suasana hingga bunyi petasan yang membahana di stadion. Itu semua mereka lakukan untuk menunjukan bahwa mereka ada di sini sebagai pemain ke 12.
Tapi terkadang para fans fanatik ini terlalu jauh dalam mengapresiasikan sebuah klub kesayangan mereka, disini kami akan memberikan 10 benda teraneh yang pernah dilempar supporter  ke dalam lapangan sepakbola sepanjang sejarah.
1. Granat Tangan
Dalam pertandingan pada tahun 1966 pertandingan antara Millwall dan Brentford di Den Lama, seseorang dari penonton melemparkan granat pada Brentford kiper Brodie Chic, yang mendarat tepat ditujuan. Setelah mendapatkan lemparan dari penonton, Brodie meminta hakim garis untuk datang mengecek benda apa yang dilempar untuknya, setelah hakim garis mengecek bahwa benda itu granat, ia langsung mengisyaratkan semua pemain untuk meninggalkan lapangan secepat mungkin.
2. Kepala Babi
Ini merupakan bentuk kekesalan fans Barcelona terhadap Luis Figo, karena Figo pindah ke Real Madrid yang merupakan musuh bebuyutan Barcelona.
3. Scooter
Ini terjadi pada saat pertandingan Inter Milan vs Atalanta. Sebelum pertandingan dimulai, fans Inter mencuri scooter dari fans Atalanta dan memasukkannya ke dalam stadion. Scooter di simpan di tempat kosong di dalam Stadion San Siro dan berusaha diarahkan ke dalam lapangan.
4. Kelinci
Ini terjadi di Yunani, ketika pertandingan tim Apoel vs Omonia Nicosia berlangsung.
5. Vibrator
Suporter gila di Argentina melemparkan vibrator ke dalam lapangan.
6. Babi
Ini terjadi pada salah satu klub di Polandia
7. Botol Whisky
Terjadi di Spanyol tahun 2006, pada saat pertandingan Atletico Madrid vs Sevilla.
8. Donat
Suporter Hajduk Split (Kroasia) memprotes presiden klub mereka dengan melempar donat ke dalam lapangan. Kebetulan Presiden Klub mereka mempunyai perusahaan kue donat.
9. Bola Pantai
Terjadi di Skotlandia pada pertandingan Celtics vs Glasgow.
10. Bola Tenis
Para penggemar Hull City memutuskan untuk melempar bola tenis pada pertandingan Piala Liga di Stadion Reebox melawan Bolton untuk mendapatkan perhatian media Lloyd. Dan itu berhasil.

ini dia sekolah kung Fu shaolin soccer

Pernah lihat Film Shaolin Soccer? Film yang mengisahkan seorang gelandangan yang ingin mengubah nasib dengan cara menerapkan ilmu bela diri shaolin kedalam olahraga sepakbola, dan berusaha mengumpulkan saudara-saudara seperguruannya untuk menjadi satu tim sepak bola yang hebat. Ternyata ini benar nyata ada di China.
Siapa sih yang tak kenal film yang satu ini ? Film yang membuat kita terharu sekaligus tertawa. Mungkin ini terdengar asing. Tapi, bagaimana kalau Shaolin Soccer itu nyata dan ada ?
Terinspirasi oleh film Shaolin Soccer, seorang warga di Cina, mendirikan sebuah sekolah yang khusus mengajarkan olahraga unik ini atau sepakbola kungfu. Tak seperti pemain sepakbola pada umumnya, pemanasan yang dilakukan seperti layaknya belajar kungfu. Melompat, salto sambil menendang, ataupun berguling di atas tanah.
Para murid yang belajar di sini berusia 14-17 tahun. Mereka direkrut dari seluruh penjuru Cina dengan dua syarat penting yaitu menyukai sepakbola dan pandai beladiri. Kong Debao, pemilik sekolah sepakbola kungfu mengaku membuka sekolah karena terinspirasi film shaolin soccer yang dibintangi oleh Stephen Chow.
Kepala Biara Kuil Shaolin Shi Yanlu mengatakan, bahwa disiplin ilmu kung fu akan memberikan keuntungan bagi para pesepakbola muda. Dia kini telah memilih 40 biksu yang dilatih di sekolah tersebut di bawah pengawasan ahli kung fu dan juga mantan pesepakbola nasional.
“Sepakbola China kini sangat mengecewakan. Kami berharap dengan menggabungkan elemen kung fu dan semangat, sepakbola China akan lebih baik,” ujar Yanlu seperti dilansir Orange.
Sekolah sepakbola biksu ini juga didukung oleh Asosiasi Sepakbola China, yang telah menyediakan perlengkapan, termasuk seribu sepakbola. Kini rencananya sekolah tersebut akan membangun lapangan yang lebih luas agar para siswanya bisa leluasa bermain.

rekam jejak Timnas menuju piala dunia

Perjalanan Indonesia menuju Piala Dunia sebenarnya telah dimulai sejak Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Saat even akbar ini digelar di Prancis 1938, Indonesia dengan nama Hindia Belanda berhasil lolos ke babak utama setelah sebelumnya menang WO atas India di babak kualifikasi.
Sayang Indonesia harus tersingkir di babak pertama oleh Hungaria dengan skor telak 0-6. Sejak saat itu Indonesia tak pernah lagi melaju hingga ke putaran final even olahraga terakbar sejagad raya tersebut.
Indonesia sempat walk out pada babak kedua Pra Piala Dunia 1958. Pemicunya adalah kehadiran Israel pada grup yang dihuni Indonesia. Saat itu Tim Merah Putih mundur karena tidak mengakui kedaulatan negara Israel.
Pencapaian terbaik Indonesia adalah di Pra Piala Dunia 1986. Saat itu Indonesia termasuk dalam empat tim terbaik zona B AFC atau wilayah Asia Timur. Sayang langkah timnas dihentikan Korea Selatan dengan agregat 1-6.
Berikut Jejak Langkah Indonesia di Pra Piala Dunia :
Pra Piala Dunia 1938 (dengan nama Hindia Belanda)
Hindia Belanda vs India, menang WO langsung lolos putaran final
Putaran Final Piala Dunia 1938 Prancis
5 Juni 1938 (babak pertama) Hindia Belanda 0-6 Hungaria
Pra Piala Dunia 1958
(babak preliminary) Indonesia vs Taiwan, menang WO
Babak pertama kualifikasi AFC/CAF
Indonesia berada di grup 1 bersama Cina dan Hong Kong. Hong Kong mengundurkan diri
- 12 Mei 1957 Indonesia 2-0 China
- 2 Juni 1957 Cina 4-3 Indonesia
- 23 Juni 1957 (play off) Indonesia 0-0 China
(Indonesia lolos ke babak kedua unggul selisih gol)
- Babak kedua Indonesia segrup dengan Sudan, Mesir, dan Israel. Indonesia mengundurkan diri karena tidak mengakui kedaulatan negara Israel.
Pra Piala Dunia 1962
Indonesia satu grup dengan Korea Selatan dan Jepang, dan langsung mengundurkan diri
Pra Piala Dunia 1974
Indonesia tergabung dalam zona B grup 2 kualifikasi AFC/OFC bersama Irak, Australia, dan Selandia Baru.
- 11 Maret 1973 Indonesia 1-1 Selandia Baru
- 13 Maret 1973 Australia 2-1 Indonesia
- 16 Maret 1973 Irak 1-1 Indonesia
- 18 Maret 1973 Indonesia 1-0 Selandia Baru
- 24 Maret 1973 Australia 6-0 Indonesia
(Indonesia finish di posisi 3 dengan 4 poin hasil 1 menang, 2 imbang, 3 kalah dan gagal melaju ke babak selanjutnya)
Pra Piala Dunia 1978
Indonesia tergabung di grup 1 bersama Hong Kong, Thailand dan Singapura
- 28 Februari 1977 Indonesia 1-4 Hong Kong
- 3 Maret 1977 Indonesia 0-0 Malaysia
- 7 Maret 1977 Indonesia 2-3 Thailand
- 9 Maret 1977 Singapura 0-4 Indonesia
Pra Piala Dunia 1982
Indonesia tergabung di grup 1 zona AFC/OFC bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji.
- 11 Mei 1981 Indonesia 0-2 Selandia Baru
- 20 Mei 1981 Australia 2-0 Indonesia
- 23 Mei 1981 Selandia Baru 5-0 Indonesia
- 31 Mei 1981 Fiji 0-0 Indonesia
- 15 Juni 1981 Indonesia 1-0 Taiwan
- 28 Juni 1981 Taiwan 2-0 Indonesia
- 10 Agustus , 1981 Indonesia 3-3 Fiji
- 30 Agustus 1981 Indonesia 1-0 Australia
(Indonesia finish di posisi 3 dengan 6 poin hasil 2 menang, 2 seri, 4 kalah dan gagal melaju ke babak selanjutnya)
Pra Piala Dunia 1986
Babak pertama, Indonesia tergabung dalam grup 3B AFC Zona B bersama India, Thailand, Bangladesh
- 15 Maret 1985 Indonesia 1-0 Thailand
- 18 Maret 1985 Indonesia 2-0 Bangladesh
- 21 Maret 1985 Indonesia 2-1 India
- 29 Maret 1985 Thailand 0-1 Indonesia
- 2 April 1985 Bangladesh 2-1 Indonesia
- 6 April 1985 India 1-1 Indonesia
Indonesia lolos ke babak kedua sebagai juara grup dengan 9 poin. Di babak kedua, yang merupakan empat tim terbaik Asia Timur, Indonesia bertemu Korea Selatan dengan format kandang-tandang.
- 21 Juli 1985 Korea Selatan 2-0 Indonesia
- 30 Juli 1985 Indonesia 1-4 Korea Selatan
- Korea Selatan lolos, agregat 6-1
Pra Piala Dunia 1990
Babak pertama Indonesia tergabung dalam grup 6 zona AFC bersama Korea Utara, Jepang, dan Hong Kong
- 21 Mei, 1989 Indonesia 0-0 Korea Utara
- 28 Mei 1989 Indonesia 0-0 Japan
- 4 Juni 1989 Hong Kong 1-1 Indonesia
- 11 Juni 1989 Japan 5-0 Indonesia
- 25 Juni 1989 Indonesia 3-2 Hong Kong
- 9 Juli 1989 Korea Utara 2-1 Indonesia
Indonesia finish di posisi 3 dan gagal melangkah ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 1994
Babak pertama Indonesia bergabung dengan Korea Utara, Qatar, Singapura, dan Vietnam dalam grup C zona AFC
- 9 April 1993 Qatar 3-1 Indonesia
- 13 April 1993 Indonesia 0-4 Korea Utara
- 16 April 1993 Indonesia 0-1 Vietnam
- 18 April 1993 Indonesia 0-2 Singapura
- 24 April 1993 Indonesia 1-4 Qatar
- 28 April 1993 Indonesia 1-2 Korea Utara
- 30 April 1993 Indonesia 2-1 Vietnam
- 2 Mei 1993 Singapura 2-1 Indonesia
Indonesia finish di posisi 4 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 1998
Indonesia tergabung dalam grup 5 zona AFC bersama Uzbekistan, Yaman, dan Kamboja
- 6 April 1997 Indonesia 8-0 Kamboja
- 13 April 1997 Indonesia 0-0 Yaman
- 27 April 1997 Kamboja 1-1 Indonesia
- 1 Juni 1998 Indonesia 1-1 Uzbekistan
- 13 Juni 1997 Yaman 1-1 Indonesia
- 20 Juni 1997 Uzbekistan 3-0 Indonesia
Indonesia finish di posisi 3 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 2002
Indonesia tergabung di grup 9 bersama Cina, Maladewa , dan Kamboja
- 8 April 2001 Indonesia 5-0 Maladewa
- 22 April 2001 Indonesia 6-0 Kamboja
- 29 April 2001 Kamboja 0-2 Indonesia
- 6 Mei 2001 Maladewa 0-2 Indonesia
- 13 Mei 2001 China 5-1 Indonesia
- 27 Mei 2001 Indonesia 0-2 China
Indonesia finish di posisi 2 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 2006
Indonesia langsung lolos ke babak kedua, tergabung di grup 8 bersama Arab Saudi, Turkmenistan, dan Sri Lanka
- 18 Februari 2004 Arab Saudi 3-0 Indonesia
- 31 Maret 2004 Turkmenistan 3-1 Indonesia
- 9 Juni 2004 Indonesia 1-0 Sri Lanka
- 8 September 2004 Sri Lanka 2-2 Indonesia
- 12 Oktober 2004 Indonesia 1-3 Arab Saudi
- 17 November 2004 Indonesia 3-1 Turkmenistan
Indonesia finish di posisi 3 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 2010
Babak pertama, Indonesia menang WO melawan Guam
Babak kedua, Indonesia bertemu Suriah dalam format kandang-tandang
- 9 November 2007 Indonesia 1-4 Suriah
- 18 November 2007 Suriah 7-0 Indonesia
- Suriah lolos ke babak ketiga, agregat 11-1
Pra Piala Dunia 2014
Indonesia langsung lolos babak kedua dan berjumpa Turkmenistan dalam format kandang-tandang
- 23 Juli 2011 Turkmenistan 1-1 Indonesia
- 28 Juli 2011 Indonesia 4-3 Turkmenistan

tendangan penalti unik dan selebrasi dengan salto

Sepak bola merupakan salah satu olah raga yang diminati banyak orang dan digemari oleh penonton dari semua lapisan. Membuat sensasi di lapangan adalah sebuah ide jenius bagi seorang pemain supaya dilirik pemilik tim dan penonton.
Begitu percaya dirinya Joonas Jokinen, pemain Finlandia yang memperkuat klub FC Baar Swiss, hingga ia berani akrobatik.
Dia adalah  Joonas Jokinen, ia mengeksekusi penalti dengan cara yang unik, setelah menendang langsung salto. Kejadian ini berlangsung saat timnya FC Baar melawan FC Sempach di Liga Swiss
Di partai itu, FC Baar menang 3-0. Dan yang mengejutkan adalah cara yang sama sudah Joonas lakukan berkali-kali saat mengeksekusi penalti. Gaya ini hanya bisa dilakukan jika si penendang yakin betul akan tendangannya yang bakal masuk dan kemampuan salto yang sudah terlatih. Lihat saja videonya!



catatan Seorang Bambang Pamungkas

Suatu pagi, setelah latihan rutin bersama Timnas menjelang AFF bergulir, pelatih kepala tim nasional Indonesia  Alfred Riedl tiba-tiba memanggil saya. Di tengah lapangan, di bawah terik mentari dan dalam keadaan bercucuran keringat, kami melakukan sebuah pembicaraan. Iya, sebuah pembicaraan yg boleh di katakan cukup serius atau bahkan teramat sangat serius…
Dalam pembicaraan ini, saya dan Alfred membuat sebuah kesepakatan. Sebuah kesepakatan yg jujur akan menjadi sesuatu yg sangat berat bagi saya. Akan tetapi kesepakatan tersebut, terjadi atas dasar sebuah profesionalisme. Atas dasar jiwa profesional Alfred sebagai pelatih dan juga jiwa profesionalisme saya sebagai pemain, yg tentunya harus kami berdua hargai dan junjung dengan sangat tinggi..
Di bawah ini akan saya lampirkan isi dari percakapan kami saat itu, sebuah percakapan yg mungkin tidak dapat saya ingat secara detail, akan tetapi secara garis besar  tentu saya sangat pahami dan mengerti betul..
Ini adalah gambaran dari percakapan kami saat itu:
Alfred : Bambang, selama 3 bulan kita bekerja sama. Tentu kamu sudah sangat mengenal karakter saya, begitu juga sebaliknya. Saya adalah pelatih yg jujur, berbicara terbuka dan langsung. Saya bukan tipe pelatih yg suka berbicara di belakang..
Saya   : Iya coach, saya tau betul akan hal tersebut..
Alfred : Ok bagus kalo begitu. Hari ini, saya harus mengatakan dengan jujur  jika kamu tidak berhasil menjadi bagian dari 11 pemain inti di Piala AFF nanti..
Mendengar kalimat tersebut seketika lidah saya menjadi kelu, rahang saya serasa kaku dan membeku saat itu. Jelas ini bukanlah kabar yg mudah untuk didengar dan diterima. Beberapa saat kemudian hanya sebuah kata keluar dari mulut saya “Ok”. Dan kemudian Riedl pun kembali berkata:
Alfred : Bambang, kamu adalah pemain paling senior di tim ini, kamu sudah berada di tim ini sejak tahun 1999. Saya tau keputusan ini akan sangat berat buat kamu. Akan tetapi saya harus fair dalam membuat setiap penilaian..
Saya  : Iya coach saya tau itu..
Alfred : Asal kamu tau Bambang, jika saya masih membutuhkan kamu. Sampai kapanpun, kamu akan tetap menjadi kapten dan pemimpin dari tim ini. Tidak ada yg perlu di ragukan mengenai hal tersebut. Akan tetapi saya tidak dapat berjanji, apakah kamu akan turun dalam setiap pertandingan di Piala Aff nanti..
Saya   : Sebagai pemain, saya akan selalu menghargai dan menghormati keputusan anda sebagai pelatih, apapun itu. Walaupun sejujurnya hal tersebut tidak akan mudah bagi saya..
Alfred : Jadi, kamu dapat menerima keputusan saya..??
Saya  : Bisa coach, tidak ada masalah dengan hal tersebut. Anda mungkin baru mengenal saya selama 3 bulan di tim nasional. Akan tetapi asal anda tahu, bahwa komitmen saya untuk tim nasional akan selalu 100%. Dan saya harap anda tidak meragukannya..
Alfred : Satu hal yg kamu harus tau Bambang, jika semua orang dalam tim ini adalah manusia-manusia yg bebas. Setiap orang boleh pergi jika merasa tidak puas atau tidak nyaman, dan itu juga berlaku buat kamu dan juga saya. Jadi jika kamu merasa tidak puas dengan keadaan ini, kamu berhak untuk meninggalkan tim ini, dan saya akan sangat menghormati keputusan kamu tersebut. Bagaimana..??
Saya  : Tidak coach…!!! Apapun konsekuensinya, saya akan tetap berada di sini. Kecuali jika anda meminta saya untuk meninggalkan tim ini, maka saya akan segera mengemas barang-barang saya dan pulang menemui keluarga saya..
Alfred : Mungkin kamu juga akan mengalami banyak masalah dengan wartawan yg mungkin akan coba untuk memancing perdebatan antar kamu dan saya. Karena sebagai pemain senior, kamu hanya menjadi cadangan. Apakah kamu siap dengan hal tersebut..??
Saya  : Tidak ada masalah dengan hal tersebut coach, lagipula sudah sejak lama hubungan saya dengan wartawan memang tidak berjalan dengan baik. Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, saya sudah terbiasa dalam menghadapi hal-hal tersebut..
Alfred : Ok kalau begitu. Apakah kamu juga bersedia untuk membantu saya untuk mengatur, menjaga serta memimpin tim ini sebagai kapten, walaupun mungkin kamu tidak akan bermain sebagai pemain utama..??
Saya   : Saya akan selalu berusaha memberikan hal terbaik yg saya mampu untuk anda, untuk tim nasional dan untuk negara saya coach. Dapat saya pastikan itu..
Alfred : Terima kasih Bambang, saya tau kamu adalah pemain besar yg juga berjiwa besar.. (Dan kamipun bersalaman)
Seketika hati saya bergemuruh, suhu badan saya memanas, keringatpun semakin membasahi sekujur tubuh saya yg memang sudah basah kuyup dengan keringat selama latihan tadi. Kekecewaan sayapun membuncah. Sebuah kekecewaan yg sama sekali tidak berhubungan dengan seorang  pelatih berkebangsaan Austria bernama Alfred Riedl tersebut..
Setiap pemain pasti ingin bermain secara reguler, dan ketika seorang pemain gagal menjadi bagian dari 11 pemain utama, maka sangat wajar jika orang tersebut kecewa (Tentu kecewa dalam arti yg positif). Kekecewaaan saya, lebih tertuju kepada diri saya sendiri. Iya, saya kecewa terhadap diri saya yg tidak mampu mengeluarkan permainan terbaik saya, sehingga harus kalah bersaing dengan striker-striker yg lain. Jadi sama sekali tidak berhubungan dengan kepemimpinan Riedl sebagai pelatih, sekali lagi tidak ada..
Dalam perkembangannya, Riedl juga menjelaskan kepada saya. Jika dia telah menyiapkan saya sebagai pelapis bagi Christian Gonzales. Dia juga mengatakan, jika dia tidak akan pernah berpikir untuk memasang saya secara bersamaan dengan Gonzales di lini depan timnas Indonesia..
Menurut Riedl, tipe bermain saya dan Gonzales adalah sama. Tentu secara strategi akan sangat merugikan jika memasang pemain dengan tipe yg sama dalam satu lapangan, dan untuk hal tersebut saya sendiri sangat setuju. Sehingga, jika nantinya saya bermain, maka saya akan berpasangan dengan Irfan Bachdim atau Yongki Ariwibowo. Serta satu hal lagi yg Riedl tegaskan kepada saya adalah, bahwa dia hanya akan memasangkan saya dengan Gonzales pada saat-saat yg memang sangat-sangat genting..
Maka selama AFF di gelar, sayapun melakukan apa yg menjadi tugas saya di dalam tim ini. Memimpin tim ini baik di dalam maupun di luar lapangan, saya hanya tidak memimpin mereka ketika pertandingan resmi di gelar, karena hal tersebut menjadi kewenangan Firman Utina. Kedisiplinan semua pemain dalam apapun kesempatannya adalah menjadi tanggung jawab saya…
Saat terjadi hal-hal yg tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan tim, maka orang pertama yg harus berhadapan dengan Riedl adalah saya. Suatu contoh, ketika Okto Maniani sempat terlambat makan siang karena ketiduran, Riedl sempat menegur dengan keras Okto dengan berkata demikian, “Okto, jika kamu mau tidur, set alarm kamu agar tidak terlambat. Dan jika kamu masih ragu jika tidak terbangun, kamu bisa tlp kapten (Saya) untuk meminta bantuan agar di bangunkan saat makan siang. Kesalahan-kesalahan mendasar seperti ini jelas tidak dapat saya terima Okto”..
Jadi walaupun status saya hanya sebagai pemain cadangan di tim ini, akan tetapi segala sesuatu yg berhubungan dengan tim ini di luar partai resmi adalah menjadi tanggung jawab saya. Sedangkan di dalam lapangan saat bertanding maka Firman Utina adalah pemimpin tim ini. Dan karena kebetulan kami satu kamar, maka semuanya dapat kami diskusikan dengan cepat. Kami banyak berdiskusi mengenai keadaan tim, utamanya sesaat menjelang tidur malam..
Maka jika anda sekalian cermati, ada sebuah kejadian janggal yg terjadi selama gelaran AFF kemarin. Yaitu setiap tim nasional memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan, bukan Firman Utina yg memimpin di depan, melainkan saya. Hal tersebut tentu tidak wajar, mengingat saya hanya pemain cadangan. Akan tetapi karena itu adalah perintah dari Riedl secara langsung, maka sayapun akan melakukannya, walaupun sejujurnya ada sedikit perasaan risih yg mengganjal..
Beberapa kali Alfred sempat memuji saya di depan para pemain di saat meeting. Dia memuji perilaku saya yg mencerminkan seorang profesional, dan dapat menerima segala keputusan pelatih walaupun berat. Serta tetap mampu menjaga komitmen kepada tim nasional, dangan tanpa melakukan hal-hal negatif di dalam tim..
Saya ingat betul ketika sehari setelah melawan Thailand. Sesaat sebelum berlatih, di dalam ruang ganti lapangan ABC  Alfred sempat berujar di depan seluruh anggota tim seperti ini.
“Saya ingin berterima kasih kepada Bambang, karena telah banyak membantu saya dalam menjaga tim ini, dan juga untuk kontribusinya yg besar pada pertandingan kemarin (Vs Thailand). Saya tahu sekarang bukan saat yg mudah buat dia, akan tetapi dia mempunyai karakter yg kuat dan berjiwa besar, sehingga mampu mengawal dirinya dengan baik. Bagi kalian pemain yg muda, kalian harus liat Bambang, sebagai pemain yg sudah lama di tim ini. Dia tidak pernah mengeluh apakah akan saya mainkan atau tidak, dan hanya fokus melakukan tugas nya ketika saya butuhkan. Itu adalah jiwa profesional, sekali lagi terima kasih Bambang”
Di akhir ucapan Riedl seluruh pemain bertepuk tangan untuk saya, sayapun mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Riedl dan seluruh pemain.
Satu kejadian lagi, yaitu saat melawan Philiphine di leg kedua, saat itu seharusnya saya tidak turun bermain. Pada babak ke dua, Afred menyuruh semua pemain cadangan melakukan pemanasan kecual saya dan Yesayas Desnam. Itu artinya, pada pertandingan itu saya tidak akan bermain..
Akan tetapi tiba-tiba 10 menit sebelum pertandingan selesai, Riedl memanggil saya dan memerintahkan saya untuk melakukan pemanasan. Maka sayapun bergegas melakukannya. Tidak saya sangka ternyata Riedl lebih memilih memasukkan saya untuk menggantikan Gonzales, daripada Irfan yg sudah melakukan pemanasan sejak 30 menit yg lalu. Saat itu pertandingan tersisa 2 menit saja, dan akirnya sayapun bermain selama kurang lebih 1 menit 15 detik dengan tanpa menyentuh bola sekalipun sampai pertandingan selesai hehehe…
Sesaat setelah pertandingan selesai, Riedl kembali memanggil saya dan berkata demikian :
Bambang (_._._) (_._._) (_._._._._) (_._._._._._), (_._) (_) (_._._._) (_._._._._._) (_._) (_._._._) (_._._._) and (_._._) (_._._._) (_._._._._._) (_._) the league. (_._._) will be (_._._._) (_._._._) (_._)…
Sebuah kalimat, yg sejujurnya semakin memotifasi diri saya untuk terus berjuang bersama tim nas Indonesia di masa-masa yg akan datang..
Lebih daripada itu semua, bukankah sudah seharusnya setiap pemain berlaku demikian. Menghormati apapun keputusan staff pelatih, walaupun sejujurnya mungkin sangat pahit bagi kita. Saya rasa setiap pemain juga tidak berhak untuk berbuat sesuatu hal negatif, yg dapat mempengaruhi suasana tim kearah tidak kondusif. Karena dengan begitu, maka kita telah menghargai dan menghormati seluruh komponen dalam tim itu sendiri…
Dan bagi saya pribadi, sejujurnya saya ingin memberikan contoh yg baik bagi generasi di bawah saya, bahwasanya berjuang atas nama negara itu membutuhkan pengorbanan besar, yg salah satu diantaranya adalah mengorbankan perasaan kita. Akan selalu tidak mudah menjadi pemain pelapis dalam sebuah tim, akan tetapi sekali lagi kepentingan tim jauh lebih penting daripada hanya sekedar perasaan kita sebagai sebuah individu…
Lagipula menjadi bagian dari 22 orang yg terpilih dari jutaan pesepakbola Indonesia yg di percaya untuk membawa nama Bangsa dan Negara, sudahlah menjadi sebuah kebanggan yg tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Maka dari itu mengapa kita harus malu menjadi pemain cadangan di tim nasional, saya rasa tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut..
Selesai…

Credit: Bambang Pamungkas20

6 pemain Naturalisasi siap bela timnas !

Enam pemain asing yang akan dinaturalisasi kemungkinan akan memperkuat skuad tim nasional dalam laga lanjutan babak pra-kualifikasi Piala Dunia 2014. Para pemain tersebut bisa menggantikan beberapa pemain yang saat ini cidera.
“Masih bisa didaftarkan (masuk timnas) karena paling lambat pendaftarannya seminggu sebelum pertandingan,” kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin di kantornya.
Keenam pemain naturalisasi tersebut yaitu, Tonnie Cusell, Stefano Lilipaly, Johny Rudolf van Beukering, dan Sergio van Dijk. Keempatnya warga keturunan Belanda. Sementara 2 pemain lainnya berasal dari Nigeria, yakni Greg Nwokolo (Persija) dan Victor Chuckwuekezie Igbonefo (Persipura Jayapura).
Proses naturalisasi 6 pemain tersebut sudah mencapai tahap akhir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kabarnya telah meneken surat Keputusan Presiden terkait naturalisasi 6 pemain itu. Tinggal tahap pengambilan sumpah di Kementerian Hukum dan HAM yang harus dilalui para pemain itu untuk bisa menjadi warga Indonesia.
Kesempatan mereka bergabung dengan timnas terbuka lebar karena babak lanjutan pra-kualifikasi Piala Dunia baru akan dimulai 11 Oktober mendatang. Indonesia akan menjamu Qatar dan 4 hari kemudian melayani Iran di Stadion Gelora Bung Karno. “Tapi semua tergantung pelatih,” kata Djohar.
Berikut Profil singkat para pemain tersebut:
Sergio van Dijk
Pemain kelahiran Assen, Belanda, 6 Agustus 1982 ini merupakan calon pemain naturalisasi pertama yang diperkenalkan PSSI.
Sergio-sapaan akrabnya- diperkenalkan kepada media di Indonesia Juli tahun lalu. Kepada wartawan, Sergio yang memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya itu mengaku bersedia memperkuat tim nasional Indonesia.
Namun proses naturalisasi tidak berjalan mulus karena awalnya Sergio tidak bersedia menjadi WNI secara permanen. Lama tak terdengar, Sergio belakangan berubah pikiran dan rela melepas paspor Belandanya.
Sergio merupakan satu dari enam pemain asing yang proses perubahan status kewarganegaraannya telah disetujui komisi III dan VIII DPR RI.
Sergio mengawali karir profesionalnya dengan membela klub Groningen 2000-2002. Selanjutnya, Sergio pindah ke Helmond Sport namun hanya mampu mencetak mencetak 13 gol pada musim 2002-2005.
Setelah sempat memperkuat Emmen (2005/08) Sergio mengadu nasib di Liga Australia dengan memperkuat Brisbane Roar pada 2008-2010. Di musim pertamanya, Sergio tampil sebagai top skorer setelah mencetak 47 gol. Setelah gagal menjalani tes kesehatan di klub asal Inggris, Leicester, Sergio akhirnya bergabung dengan Adelaide United hingga saat ini.
Jhon van Beukering
van Beukering lahir di Velp, Belanda 29 September 1983. Saat ini, van Beukering bermain bagi klub CS Vise di Belgia karena kecewa dengan ketidakpastian Liga Indonesia, sebelumnya van Beukering sudah mengikat kontrak selama tiga tahun bersama Pelita Jaya.
van Beukering mengawali karirnya di Vitesse tahun 2000-2004 sebelum akhirnya dipinjamkan ke FC Zwolle tahun 2002-2003. Pada tahun 2204-2007, van Beukering resmi pindah ke De Graafschap yang membawanya menjadi pemain terbaik di klub tersebut. Beberapa kali Beukering berpindah klub, mulai dari NEC, Go Ahead Eagles, Feynord, dan CS Vise.
Beukering sebenarnya sempat diundang memperkuat Indonesia saat menghadapi Uruguay beberapa waktu lalu. Namun karena belum memegang paspor Indonesia, PSSI akhirnya membatalkan kedatangannya.
Tonnie Cusell Lilipaly
Belum banyak orang yang tahu siapa Tonnie Cusell Lilipaly. Dia adalah sepupu dari Stefano Lilipaly yang kini bermain di FC Hilversum yang berlaga di Topklasse, Liga ketiga di bawah Eredivisie dan Eerste Divisie.
Dia lahir 4 Februari 1983 dan sudah memperkuat berbagai klub di Belanda baik di liga utama maupun liga kedua. Perjalanan karir sejak remaja dari Vitesse Arnhem, RKC Waalwijk, FC Twente, AFC Amsterdam dan terakhir di FC Hilversum.
Menurut pengamatan Radio Nederland, Tonnie Cusell Lilipaly memiliki kecepatan yang bagus dan passing yang matang. Tidak jarang pula dia melesakkan gol dari kiri pertahanan lawan. Walau tubuhnya tidak terlalu tinggi dibanding rata-rata pemain Belanda, tapi skill penguasaan bola cukup bagus.
Bagi Ton, panggilan akrabnya, Indonesia bukan negara yang asing. Dia sudah pernah berlibur ke Bali. Dia sangat menyukai makanan dan keakraban orang Indonesia. Kepada Radio Nederland, Ton menuturkan sudah ada pendekatan dengan beberapa klub di Indonesia tanpa membeberkan nama.
Stefano Lilipaly
Lilipaly adalah pemain kelahiran Arnhem, Belanda, 10 Januari 1990. Darah Indonesia pada pemain FC Utercht ini mengalir dari ayahnya yang merupakan keturunan Ambon, Maluku. Sedangkan ibunya adalah asli Belanda. Lilipaly telah bergabung dengan pemusatan latihan timnas U-23 saat masih ditangani oleh Alfred Riedl, Maret 2011 lalu.
Awalnya, Lilipaly enggan melepas paspor Belandanya. Namun belakangan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu berubah pikiran dan bersedia menjadi WNI.
Stefano Lilipaly mulai bermain bola sejak usia 7 tahun di sebuah klub amatir bernama DCG selama tiga tahun. Dari klub tersebut, dia pindah ke akademi sepakbola Belanda, AZ Alkmaar. Setelah bertahan satu tahun, Lilipaly bergabung ke Utrecht Yunior hingga saat ini.
Sebagai gelandang, Lilipaly tak hanya memiliki naluri menyerang. Pemain berpostur tubuh 170 cm itu juga punya kemampuan dalam membagi bola dengan baik. Lilipaly juga dikenal memiliki tendangan jarak jauh yang akurat. Musim kompetisi 2010-2011 ini, Lilipaly tampil dalam tiga pertandingan. Setiap pertandingan, dia berhasil mencetak gol dari luar kotak pinalti.
Victor Igbonefo
Bagi pecinta sepak bola nasional, pemain ini sudah tidak asing lagi. Pemain asal Nigeria itu sudah membela Persipura Jayapura sejak 2005 lalu. Bersama Mutiara Hitam, bek tangguh ini sudah merasakan tiga kali gelar juara. Masing-masing saat Persipura merebut gelar juara Liga Indonesia 2005 dan Liga Super Indonesia (ISL) 2008/09 dan 2010/11.
Semasa mudanya, pemain bernama lengkap Victor Chukwuekezie Igbonefo ini sempat bermain bersama klub Nigerdock Soccer Academy dan First Bank FC Lagos. Dengan postur 186 cm, bek kelahiran 10 Oktober 1985 itu sangat tangguh di lini belakang. Setelah bermain lebih dari lima tahun di Indonesia, Victor pun bersedia untuk dinaturalisasi menjadi WNI.
Greg Nwokolo
Greg adalah pemain kelahiran Nigeria 3 Januari 1985 ini sudah akrab dengan kondisi sepakbola Indonesia. Dia memulai karirnya di klub Singapura Tampines Rovers FC 2004. Setelah semusim, Greg kemudian pindah ke Young Lions.
Greg memulai karir di Indonesia pada tahun 2004 bersama Persijatim Solo FC. Namun, ia memutuskan balik ke Singapura dan Di sana dia bergabung bersama Young Lions FC dan Singapore Armed Force.
Pada tahun 2009, Greg memutuskan bermain di Liga portugal bersama S.C. Oihanense. Setelah semusim, dirinya kembali bermain di Indonesia bersama Persija. Bersama Macan Kemayoran, Greg tampil gemilang dan mencetak 16 gol dari 20 laga. Bersama Persija, Greg selalu mendapat tempat di tim inti. Bahkan kini Greg menjelma menjadi motor serangan Macan Kemayoran.

5 rekor gol tercepat di Liga Champions

Striker AC Milan Alexandre Pato berhasil mencetak gol cepat ke gawang Barcelona di awal laga pembuka Grup H Liga Champions, Rabu dini hari WIB, 14 September 2011.
Gol yang diciptakan pemain Internasional Brasil di detik 24 itupun masuk ke dalam lima besar rekor gol tercepat sepanjang pelaksanaan Liga Champions. Usai laga yang berkesudahan 2-2 ini, Pato pun menjelaskan apa yang ada di benaknya ketika ia mencetak gol tersebut.
“Begitu permainan dimulai, aku melihat celah di pertahanan Barcelona. Aku pun berlari dan melakukannya (cetak gol ke jala Barcelona),” ujar Pato tersenyum seperti dikutip dari Football Italia.
Siapa sajakah yang berhasil mencetak gol cepat dalam Kompetisi yang paling bergengsi di ranah Eropa ini? Berikut daftar lima besar gol tercepat sepanjang sejarah Liga Champion.
1. 10 detik
Pencetak gol : Roy Makaay (Bayern Munich)
Pertandingan : Bayern Munich vs Real Madrid (07 Maret 2007)
2. 20.07 detik
Pencetak gol :Gilberto Silva (Arsenal)
Pertandingan :Arsenal vs PSV Eindhoven (25 September 2002)
3. 20.12 detik
Pencetak gol : Alessandro Del Piero (Juventus)
pertandingan : Juventus vs Manchester United (01 Oktober 1997)
4. 21 detik
Pencetak gol : Clarence Seedorf (AC Milan)
Pertandingan : AC Milan vs Schalke 04 (29 September 2005)
5. 24 detik
Pencetak gol : Alexander Pato (AC Milan)
Pertandingan : AC Milan vs Barcelona (14 September 2011)